Dunia Musik Kalbar Berduka, Vokalis Coffternoon Wing Tutup Usia

Dunia musik Kalimantan Barat diselimuti duka mendalam. Edwin Setia Raharja, vokalis band Coffternoon yang akrab disapa Wing, telah meninggal dunia. Kabar kepergian Wing menyisakan kesedihan bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar yang selama ini tumbuh bersama karya-karyanya.

Ucapan duka dan doa mengalir dari berbagai kalangan. Lagu-lagu Coffternoon kembali diputar, menjadi medium kenangan sekaligus penghormatan terakhir bagi sosok yang telah memberi warna tersendiri bagi skena musik Pontianak dan Kalimantan Barat.


Kepergian yang Mengejutkan Penggemar

Kabar wafatnya Wing datang dengan cepat dan mengejutkan. Banyak penggemar mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya sang vokalis. Di tengah keterbatasan informasi, doa dan harapan agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah terus dipanjatkan.

Salah seorang penggemar, Doni, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengaku lagu-lagu Coffternoon menjadi bagian dari daftar putarnya sejak lama dan masih sering didengarkan hingga kini. Bagi Doni dan penggemar lain, Coffternoon bukan sekadar band, melainkan pengiring fase-fase kehidupan mereka.


Wing dan Perjalanan Bersama Coffternoon

Wing dikenal sebagai sosok vokalis dengan karakter suara yang khas dan emosional. Bersama Coffternoon, ia membangun identitas musik yang dekat dengan keseharian anak muda Pontianak. Lirik-lirik yang sederhana, jujur, dan mudah dirasakan menjadi kekuatan utama band ini.

Coffternoon tumbuh dari skena musik lokal dengan semangat independen. Di tengah keterbatasan fasilitas dan panggung, band ini mampu menghadirkan karya yang bertahan lintas generasi. Peran Wing sebagai vokalis menjadi sentral, tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penyampai rasa.


Lagu-Lagu yang Menjadi Kenangan

Beberapa lagu Coffternoon dikenal luas dan masih kerap dinyanyikan hingga hari ini. “Amira” dan “Sepanjang Hari” menjadi dua karya yang paling melekat di ingatan penggemar. Lagu-lagu tersebut sering diputar di berbagai kesempatan—dari ruang dengar pribadi hingga panggung-panggung komunitas.

Melalui lagu-lagunya, Wing dan Coffternoon menghadirkan cerita tentang cinta, rindu, dan keseharian yang terasa dekat. Kesederhanaan itulah yang membuat karya mereka tetap relevan, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.


Jejak di Skena Musik Pontianak dan Kalbar

Kepergian Wing tidak hanya meninggalkan duka personal, tetapi juga kekosongan di skena musik lokal. Coffternoon dikenal sebagai salah satu band yang ikut membentuk identitas musik Pontianak. Mereka menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda untuk berkarya, berani tampil, dan percaya bahwa musik lokal memiliki tempatnya sendiri.

Rekan-rekan musisi mengenang Wing sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi. Ia dikenal konsisten bermusik, menjaga kualitas karya, dan tetap membumi meski namanya dikenal luas di kalangan penikmat musik lokal.


Respons Komunitas dan Ungkapan Duka

Sejak kabar duka beredar, media sosial dipenuhi ungkapan belasungkawa. Penggemar membagikan potongan lirik, video penampilan lama Coffternoon, serta foto-foto kenangan bersama Wing. Banyak yang menuliskan bagaimana musik Coffternoon menemani masa remaja, perjalanan, hingga momen-momen penting dalam hidup mereka.

Respons ini menunjukkan betapa besar pengaruh Wing dan Coffternoon dalam kehidupan pendengarnya. Musik yang lahir dari Pontianak itu tidak hanya didengar, tetapi dirasakan dan diingat.


Warisan Musik yang Tetap Hidup

Meski Wing telah berpulang, karya-karyanya akan terus hidup. Lagu-lagu Coffternoon akan tetap diputar, dinyanyikan, dan dikenang. Dalam dunia musik, keabadian sering kali hadir melalui karya—dan Wing telah meninggalkan jejak yang kuat melalui musiknya.

Warisan ini menjadi pengingat bahwa musisi lokal memiliki peran penting dalam membangun budaya dan identitas daerah. Coffternoon, dengan Wing sebagai vokalisnya, telah membuktikan bahwa karya yang jujur dan tulus akan menemukan jalannya sendiri ke hati pendengar.


Doa dan Penghormatan Terakhir

Di tengah duka, doa terbaik dipanjatkan untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga Wing mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga diberi ketabahan menghadapi kehilangan ini.

Kepergian Wing menjadi momen refleksi bagi dunia musik Kalimantan Barat—tentang arti kebersamaan, karya, dan jejak yang ditinggalkan seseorang melalui musik.


Penutup

Wafatnya Wing, vokalis Coffternoon, meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Pontianak dan Kalimantan Barat. Ia bukan hanya seorang penyanyi, tetapi bagian dari perjalanan banyak orang melalui lagu-lagunya.

Selamat jalan, Wing. Karyamu akan terus hidup, mengalun di ruang-ruang kenangan, dan menjadi bagian dari sejarah musik Kalimantan Barat. Dunia musik berduka, namun warisanmu tetap abadi.

Baca Juga : 53 Tahun Pontianak Post Menjaga Jurnalisme dan Peradaban

Cek Juga Artikel Dari Platform : beritajalan