pontianaknews.web.id Layanan penyeberangan feri yang menghubungkan Bardan dan Siantan di Pontianak kembali beroperasi dan mulai melayani mobilitas masyarakat. Kembalinya operasional ini menjadi kabar baik, terutama bagi warga yang setiap hari harus melintasi Sungai Kapuas untuk bekerja, sekolah, maupun menjalankan aktivitas usaha.
Transportasi air ini menjadi jalur vital karena mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan harus memutar menggunakan jalur darat yang lebih jauh. Dengan beroperasinya kembali feri, akses antara pusat kota dan kawasan Siantan kembali normal secara bertahap.
Jenis Kendaraan yang Diperbolehkan
Meski sudah kembali melayani masyarakat, ada pembatasan kendaraan yang diberlakukan. Kapal feri KMP Jembatan Kapuas saat ini hanya mengizinkan kendaraan tertentu untuk menyeberang.
Kendaraan roda dua, roda tiga, mobil pribadi, pickup tanpa muatan, pejalan kaki, serta pesepeda diperbolehkan menggunakan layanan ini. Artinya, mayoritas kendaraan ringan masih dapat memanfaatkan jalur penyeberangan secara normal.
Kendaraan Besar Masih Dibatasi
Sementara itu, kendaraan besar belum diperkenankan menyeberang. Truk dan bus, baik dalam kondisi bermuatan maupun kosong, termasuk dalam daftar pembatasan. Begitu pula truk sedang, engkel, pickup bermuatan, serta mobil box.
Pembatasan ini bersifat sementara dan dilakukan demi menjaga stabilitas kapal serta keselamatan seluruh pengguna jasa. Kapasitas muatan menjadi pertimbangan utama agar tidak terjadi kelebihan beban saat proses penyeberangan berlangsung.
Prioritas Utama: Keamanan dan Keselamatan
Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bersama. Dalam operasional transportasi air, faktor keseimbangan dan distribusi beban sangat menentukan keselamatan pelayaran.
Selain itu, pembatasan kendaraan berat juga membantu mempercepat proses naik dan turun kendaraan di dermaga. Dengan begitu, antrean dapat diminimalkan dan arus penyeberangan tetap lancar tanpa hambatan berarti.
Warga Sambut Positif Operasional Feri
Masyarakat Pontianak Utara menyambut baik kembalinya layanan ini. Banyak warga merasa terbantu karena akses menjadi lebih cepat dan efisien. Sebelumnya, sebagian warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai tujuan.
Bagi pekerja dan pelaku usaha kecil, keberadaan feri sangat penting dalam menunjang aktivitas harian. Efisiensi waktu perjalanan juga berdampak pada penghematan biaya bahan bakar serta tenaga.
Harapan untuk Operasional yang Stabil
Warga berharap operasional feri dapat berjalan lancar dalam jangka panjang. Mereka juga mendukung aturan pembatasan yang telah ditetapkan selama bertujuan menjaga keselamatan bersama.
Ke depan, evaluasi kemungkinan akan dilakukan untuk melihat perkembangan operasional dan kesiapan teknis kapal. Jika kondisi memungkinkan, bukan tidak mungkin jenis kendaraan yang diperbolehkan akan diperluas secara bertahap.
Untuk saat ini, masyarakat diimbau mematuhi aturan yang berlaku. Dengan disiplin dan kerja sama semua pihak, layanan penyeberangan Bardan–Siantan dapat terus menjadi solusi mobilitas yang aman, cepat, dan andal bagi warga Pontianak.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com
