pontianaknews.web.id Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menghadirkan program Desk on The Street atau MikroDOTS di Kota Pontianak. Program ini dirancang untuk mendekatkan pelaku usaha dengan berbagai institusi pendukung UMKM melalui pendekatan yang lebih santai dan interaktif. MikroDOTS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang terbuka yang memungkinkan UMKM mendapatkan akses langsung terhadap layanan yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.
Pendekatan ini dipilih karena banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan mengakses pembiayaan, perizinan, hingga pelatihan usaha. Melalui MikroDOTS, pemerintah ingin memastikan bahwa semua ekosistem pendukung hadir bagi UMKM dalam satu tempat, tanpa birokrasi rumit dan jarak yang memisahkan.
Acara Digelar Bersamaan Car Free Day untuk Dekat dengan Masyarakat
Pelaksanaan MikroDOTS di Pontianak dikemas bersamaan dengan kegiatan Car Free Day. Ribuan warga memanfaatkan momen tersebut untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga. Dengan penempatan kegiatan di tengah aktivitas masyarakat, suasana menjadi lebih cair, santai, dan mudah dijangkau oleh pelaku UMKM yang ingin berkonsultasi.
Dalam suasana fun walk, warga dan pelaku usaha dapat langsung mendatangi berbagai stan layanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi publik bahwa UMKM bukan entitas yang berjalan sendiri, tetapi bagian dari komunitas yang saling mendukung. Pemerintah ingin menghilangkan batas antara instansi dan masyarakat melalui interaksi langsung seperti ini.
Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Dalam sambutannya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa MikroDOTS diciptakan sebagai upaya menyatukan seluruh elemen pendukung UMKM. Menurutnya, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. UMKM membutuhkan dukungan konkret yang terhubung, terarah, dan cepat.
Menteri menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci utama jika Indonesia ingin memperkuat sektor UMKM. Pemerintah tidak ingin menciptakan jarak emosional antara pelaku usaha dan institusi pembina. Melalui MikroDOTS, pelaku usaha dapat langsung menyampaikan masalah, hambatan, hingga kebutuhan pengembangan usaha di depan para pejabat yang berwenang.
Ia juga menekankan bahwa UMKM tidak boleh dibiarkan berkembang sendiri. Pemerintah harus hadir dalam proses pertumbuhan tersebut—baik dari sisi pembiayaan, edukasi, maupun perlindungan usaha.
Pelaku UMKM Terhubung Langsung dengan Lembaga Pembiayaan
Salah satu daya tarik utama MikroDOTS adalah hadirnya berbagai lembaga pembiayaan, baik dari perbankan maupun nonbank. Banyak pelaku UMKM yang selama ini menghadapi kesulitan mengajukan pinjaman karena syarat administrasi yang rumit. Selain itu, masih banyak yang belum memahami pilihan pembiayaan yang tersedia.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat langsung berkonsultasi mengenai persyaratan kredit, program KUR, pembiayaan syariah, hingga pendampingan usaha. Konsultasi tatap muka memudahkan UMKM memahami risiko dan peluang yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, lembaga pembiayaan bisa menilai langsung apakah UMKM tersebut sudah siap mengakses modal kerja.
Layanan Perizinan dan Pelatihan Disediakan Dalam Satu Titik
MikroDOTS juga membuka akses layanan perizinan seperti pembuatan NIB, izin edar, dan kebutuhan legalitas lainnya. Dengan begitu, pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha dapat mengurusnya langsung tanpa harus mendatangi kantor dinas. Pelayanan terpadu seperti ini mempercepat pembentukan usaha formal yang lebih kuat dan legal.
Tidak hanya soal perizinan, pemerintah juga menyediakan layanan konsultasi pelatihan. Banyak UMKM yang membutuhkan peningkatan kapasitas dalam manajemen bisnis, pemasaran digital, branding, dan pengembangan produk. Tenaga ahli dari kementerian hingga mitra pelatihan hadir untuk memberikan panduan langsung.
Dengan semua layanan terintegrasi, pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pembinaan lengkap hanya dalam satu kunjungan.
Pontianak Dipilih Sebagai Kota Strategis Pengembangan UMKM
Kementerian UMKM memilih Pontianak karena kota ini memiliki potensi besar di sektor perdagangan, kuliner, dan industri kreatif. Pertumbuhan ekonomi Pontianak cukup stabil, dan banyak pelaku usaha kecil yang aktif namun masih membutuhkan dukungan lebih besar.
Pontianak memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi Kalimantan Barat. Dengan menghadirkan MikroDOTS, pemerintah berharap pemberdayaan UMKM dapat berlangsung lebih cepat dan lebih merata. Kehadiran kegiatan ini juga memberi pesan bahwa pemerintah memperhatikan daerah-daerah di luar pusat ekonomi nasional.
MikroDOTS Hadir untuk Menghapus Batas Antara Pemerintah dan UMKM
Program ini dirancang agar pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk regulasi, tetapi juga melalui sentuhan langsung. Melalui interaksi tanpa jarak, para pelaku UMKM merasa lebih didengar, dihargai, dan diperhatikan kebutuhannya.
Pendekatan seperti ini dianggap efektif dalam menghadapi persoalan UMKM yang kerap berbeda di setiap daerah. Masalah UMKM di Pontianak tentu berbeda dengan di kota lain. Karena itu, Menteri UMKM ingin MikroDOTS menjadi sarana pemerintah untuk mendengar suara daerah secara langsung.
Komitmen Keberlanjutan Program untuk Memperkuat UMKM
MikroDOTS bukan kegiatan satu kali, tetapi bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat UMKM. Pemerintah menargetkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala di berbagai kota. Dengan dukungan pemerintah daerah, kegiatan ini dapat menghubungkan UMKM dengan ekosistem usaha yang lengkap.
Keberlanjutan program menjadi penting, karena masalah UMKM tidak bisa diatasi dalam satu pertemuan saja. Pelaku usaha butuh pendampingan jangka panjang, akses modal berkelanjutan, dan pelatihan yang relevan. Pemerintah memastikan MikroDOTS akan terus berkembang untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kesimpulan: MikroDOTS Mendorong UMKM Lebih Kuat dan Kompetitif
Kegiatan MikroDOTS di Pontianak menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan UMKM kepada masyarakat. Dengan konsep terbuka dan interaktif, acara ini mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan, perizinan, dan pelatihan dalam satu tempat.
Melalui kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, MikroDOTS diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan UMKM di Pontianak. Dengan demikian, pelaku usaha kecil dapat berkembang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terlindungi dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

Cek Juga Artikel Dari Platform 1reservoir.com
