pontianaknews.web.id Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan langkah khusus menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus kendaraan.
Malam pergantian tahun dikenal sebagai momen dengan aktivitas tinggi. Warga biasanya berkumpul di pusat kota untuk merayakan bersama. Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
Untuk itu, pemerintah daerah bersama unsur terkait menyepakati pengaturan lalu lintas bersifat terbatas. Kebijakan ini difokuskan pada ruas jalan utama yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Hasil Rapat Forum Lalu Lintas Kota Pontianak
Keputusan rekayasa lalu lintas diambil melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Pontianak. Forum ini melibatkan banyak instansi lintas sektor.
Beberapa pihak yang terlibat antara lain kepolisian lalu lintas, dinas perhubungan provinsi dan kota, satuan polisi pamong praja, hingga pihak Jasa Raharja. Seluruh unsur sepakat bahwa pengaturan lalu lintas perlu dilakukan secara terukur.
Forum menilai bahwa rekayasa terbatas lebih efektif dibanding penutupan total jalan. Pendekatan ini dinilai fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Penjelasan Dinas Perhubungan Kota Pontianak
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas.
Menurutnya, rekayasa dilakukan sebagai langkah pengamanan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan aman dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa sistem yang diterapkan bukan satu arah penuh. Pengaturan bersifat tentatif dan akan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Ruas Jalan yang Diberlakukan Satu Arah
Beberapa ruas jalan utama di pusat kota akan mengalami perubahan arus. Jalan Tanjungpura akan diberlakukan satu arah dari simpang Haji Agus Salim menuju Jalan Pahlawan.
Sementara itu, Jalan Gajah Mada diarahkan satu jalur dari simpang Jalan Pahlawan menuju simpang Jalan Diponegoro.
Untuk mendukung kelancaran, Jalan Siam dan Jalan Setia Budi diarahkan satu arah dari Gajah Mada menuju Tanjungpura. Sedangkan Jalan Hijas diarahkan dari Tanjungpura menuju Gajah Mada.
Pengaturan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di titik-titik krusial pusat kota.
Penerapan Bersifat Fleksibel dan Situasional
Dishub Kota Pontianak menegaskan bahwa rekayasa ini tidak bersifat kaku. Petugas di lapangan akan memantau situasi secara langsung.
Jika arus kendaraan masih lancar, pengaturan bisa ditunda. Sebaliknya, jika terjadi peningkatan volume kendaraan, rekayasa akan segera diterapkan.
Pendekatan ini dinilai lebih adaptif. Pemerintah tidak ingin membatasi pergerakan warga secara berlebihan.
Perkiraan Waktu Puncak Kepadatan
Pemerintah memperkirakan kepadatan mulai meningkat menjelang tengah malam. Biasanya euforia masyarakat muncul satu hingga dua jam sebelum pergantian tahun.
Pada jam-jam awal malam, arus kendaraan masih relatif normal. Namun, seiring mendekati momen perayaan, volume kendaraan meningkat signifikan.
Oleh karena itu, petugas telah disiagakan sejak sore hari. Pengawasan dilakukan di sejumlah simpang strategis.
Peran Aparat dalam Pengamanan Lalu Lintas
Petugas kepolisian dan dinas perhubungan akan berjaga di lapangan. Mereka bertugas mengarahkan arus kendaraan dan membantu pengguna jalan.
Satpol PP juga dilibatkan untuk menjaga ketertiban umum. Kehadiran aparat diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Komunikasi cepat menjadi kunci kelancaran pengaturan lalu lintas.
Imbauan kepada Masyarakat Pontianak
Pemerintah Kota Pontianak mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas. Rambu sementara dan petunjuk di lapangan perlu diperhatikan.
Pengendara juga disarankan merencanakan perjalanan lebih awal. Menghindari pusat kota saat puncak kepadatan bisa menjadi pilihan.
Bagi warga yang ingin merayakan pergantian tahun, penggunaan transportasi umum atau berbagi kendaraan dianjurkan.
Tujuan Utama Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas ini bukan untuk membatasi perayaan. Tujuannya adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Dengan arus yang lebih tertib, risiko kecelakaan dapat ditekan. Aktivitas masyarakat pun dapat berjalan lebih lancar.
Pemerintah berharap kerja sama warga dapat mendukung kelancaran kebijakan ini.
Penutup
Penerapan lalu lintas satu arah di sejumlah ruas jalan Pontianak menjadi bagian dari strategi pengamanan malam pergantian tahun. Kebijakan ini dirancang fleksibel dan situasional.
Dengan dukungan semua pihak, perayaan tahun baru diharapkan berlangsung tertib dan aman. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang sama penting.
Kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas menjadi kunci utama. Dengan begitu, Pontianak dapat menyambut tahun baru dengan suasana yang nyaman dan kondusif.

Cek Juga Artikel Dari Platform footballinfo.org
