pontianaknews.web.id Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong pengembangan kawasan strategis yang mampu memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu wilayah yang kini menjadi fokus perhatian adalah Kecamatan Pontianak Timur, yang diarahkan untuk menjadi destinasi unggulan berbasis wisata alam, budaya, dan sejarah.

Pengembangan kawasan ini tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi langkah penting dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pontianak Timur dinilai memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal, baik dari sisi kekayaan budaya lokal, keindahan alam sungai, maupun nilai historis yang melekat pada kawasan tersebut.

Dengan konsep penataan yang lebih terintegrasi, Pontianak Timur diharapkan dapat menjadi “etalase budaya” Kota Khatulistiwa, sebuah ruang publik yang menampilkan kearifan lokal sekaligus menarik minat wisatawan.


Pontianak Timur Punya Potensi Wisata yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyampaikan bahwa Pontianak Timur menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan baru kota. Potensi tersebut mencakup wisata alam, budaya, hingga sejarah yang berakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Menurutnya, kawasan ini memiliki karakter unik karena berada di wilayah yang dekat dengan aliran sungai dan masih mempertahankan berbagai jejak tradisi lokal. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Pengembangan Pontianak Timur diarahkan pada kegiatan wisata yang berbasis budaya dan sejarah, dengan dukungan simpul-simpul kegiatan yang dapat menghidupkan kawasan secara berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah kota untuk memperluas destinasi wisata di Pontianak, tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan utama.


Destinasi Unggulan yang Memberi Dampak Ekonomi Langsung

Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan Pontianak Timur bukan hanya untuk kepentingan pariwisata semata. Lebih dari itu, kawasan ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Ketika sebuah wilayah berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, maka peluang ekonomi akan ikut terbuka. Mulai dari UMKM kuliner, kerajinan lokal, jasa wisata, hingga sektor kreatif masyarakat dapat tumbuh lebih cepat.

Bahasan menekankan bahwa tujuan utama penataan kawasan adalah agar masyarakat setempat menjadi bagian utama dari manfaat pembangunan. Wisata yang dibangun harus inklusif, memberdayakan warga, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan cara ini, Pontianak Timur tidak hanya menjadi tempat yang indah dikunjungi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang hidup.


Waterfront Development Jadi Ikon Penataan Kawasan

Salah satu konsep utama dalam pengembangan Pontianak Timur adalah penataan kawasan tepi sungai atau waterfront development. Penataan ini bertujuan menjadikan sungai sebagai ruang publik yang modern, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata.

Pontianak dikenal sebagai kota yang memiliki hubungan erat dengan sungai. Sungai bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat.

Melalui waterfront development, kawasan tepi sungai dapat disulap menjadi tempat rekreasi keluarga, ruang terbuka hijau, pusat kuliner, hingga lokasi kegiatan budaya.

Ruang publik berbasis sungai ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan, sekaligus memberikan ruang interaksi sosial yang lebih baik bagi warga Pontianak.


Revitalisasi Situs Budaya dan Sejarah Jadi Prioritas

Selain penataan tepi sungai, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada revitalisasi situs budaya dan sejarah di Pontianak Timur. Kawasan ini masih memiliki permukiman tradisional serta titik-titik bernilai historis yang perlu dijaga.

Revitalisasi dilakukan bukan untuk menghilangkan nilai lama, tetapi justru untuk memperkuat warisan budaya agar tetap relevan di era modern.

Dengan pelestarian yang tepat, kawasan tradisional dapat menjadi daya tarik wisata edukasi. Wisatawan dapat belajar tentang sejarah Pontianak, kehidupan masyarakat sungai, hingga tradisi lokal yang masih bertahan.

Pelestarian budaya ini juga penting untuk menjaga identitas Pontianak sebagai kota yang kaya keberagaman dan kearifan lokal.


Kolaborasi dan Simpul Kegiatan Jadi Kunci Pengembangan

Pengembangan Pontianak Timur juga akan didukung dengan pembentukan simpul-simpul kegiatan wisata. Artinya, kawasan ini tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dihidupkan melalui aktivitas budaya, festival, dan ruang kreatif.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi kunci agar kawasan ini berkembang secara berkelanjutan.

Jika hanya dibangun infrastrukturnya tanpa kegiatan yang hidup, maka destinasi wisata akan sulit berkembang. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat agar Pontianak Timur menjadi kawasan yang aktif dan dinamis.


Pontianak Timur sebagai Etalase Budaya Kota Khatulistiwa

Dengan potensi alam sungai, warisan sejarah, serta budaya lokal yang kuat, Pontianak Timur memiliki peluang besar menjadi etalase budaya Kota Khatulistiwa.

Penataan kawasan ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerahnya.

Ketika sebuah kawasan mampu memadukan wisata, budaya, sejarah, dan ekonomi rakyat, maka pembangunan akan terasa lebih bermakna dan berkelanjutan.


Kesimpulan: Destinasi Baru yang Menguatkan Identitas dan Ekonomi

Pengembangan Pontianak Timur menjadi destinasi unggulan berbasis wisata alam, budaya, dan sejarah merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Pontianak.

Dengan fokus pada waterfront development, revitalisasi situs budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang menguntungkan warga secara langsung.

Pontianak Timur bukan hanya kawasan geografis, tetapi masa depan etalase budaya Kota Khatulistiwa yang mampu memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform footballinfo.org