Tahun 2025 menjadi titik krusial bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan global yang semakin kompetitif. Lulusan perguruan tinggi tidak lagi hanya dihadapkan pada persaingan lokal, tetapi juga berkompetisi dengan talenta dari berbagai negara. Digitalisasi, otomatisasi, dan perubahan pola kerja mendorong dunia industri untuk mencari lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi dinamika kerja lintas budaya.
Di Indonesia, tantangan tersebut semakin terasa. Banyak perusahaan mulai menempatkan pengalaman praktis, soft skills, dan literasi digital sebagai faktor utama dalam proses rekrutmen. Ijazah tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi, tidak hanya sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai fasilitator kesiapan karier mahasiswa.
Dalam konteks itulah BINUS University @Bandung menerima kunjungan resmi delegasi Deakin University. Kunjungan ini dipimpin oleh Jamie Mustard, Pro-Vice Chancellor Graduate Employment Deakin University, dalam rangka audiensi dan diskusi strategis mengenai penguatan layanan karier lulusan serta kesiapan menghadapi pasar kerja global.
Dialog Lintas Negara di Kampus Dago
Pertemuan yang berlangsung di Kampus Dago BINUS @Bandung ini menjadi ruang dialog penting antara dua institusi pendidikan tinggi dari latar belakang dan konteks negara yang berbeda. Audiensi ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan difokuskan pada pertukaran gagasan tentang bagaimana universitas dapat membangun sistem layanan karier yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Delegasi Deakin University memaparkan berbagai pendekatan yang telah diterapkan di Australia dalam menyiapkan lulusan agar siap memasuki dunia kerja global. Diskusi mencakup peran layanan karier sebagai bagian integral dari perjalanan akademik mahasiswa, bukan sekadar unit pendukung di akhir masa studi.
Sementara itu, BINUS @Bandung menyampaikan realitas pasar kerja Indonesia yang tengah bertransformasi. Tantangan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, serta tuntutan untuk memperkuat koneksi antara kampus dan dunia kerja, menjadi salah satu fokus pembahasan.
Pergeseran Makna Employability
Dalam sesi diskusi, Prof. Jamie Mustard menekankan bahwa konsep employability telah mengalami pergeseran signifikan. Kesiapan kerja tidak lagi semata-mata tentang penguasaan keterampilan teknis, melainkan mencakup kemampuan beradaptasi, kepercayaan diri dalam merencanakan karier, serta pengalaman nyata menghadapi tantangan dunia kerja.
“Graduate employability today is no longer about technical skills alone. It is about preparing students with adaptability, career confidence, and real-world exposure. Through discussions like this, we can learn from each other and create more meaningful career services for our students,” ungkapnya.
Menurutnya, universitas memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman dunia kerja sejak dini. Layanan karier harus mampu membantu mahasiswa mengenali potensi diri, memahami tren industri, serta membangun kesiapan mental dan profesional sebelum lulus.
Strategi BINUS @Bandung dalam Membangun Kesiapan Karier
Sebagai kampus berbasis Creative Technology, BINUS @Bandung menempatkan kesiapan karier sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran. Program pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga dirancang untuk memberikan pengalaman praktis melalui project-based learning, kolaborasi dengan industri, serta program magang yang terintegrasi.
Layanan karier di BINUS @Bandung berperan sebagai jembatan antara mahasiswa dan dunia kerja. Mahasiswa didorong untuk aktif membangun portofolio, mengasah soft skills, serta memahami dinamika industri sejak awal masa studi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan pasar kerja.
Deputy Campus Director BINUS @Bandung, Rudy Aryanto, menegaskan bahwa audiensi dengan Deakin University memiliki nilai strategis bagi penguatan layanan karier mahasiswa.
“Agenda ini menjadi kesempatan penting bagi BINUS @Bandung untuk menyerap pembelajaran global terkait layanan karier mahasiswa. Dengan begitu, kami dapat menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap dinamika dunia kerja internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis untuk saling berbagi praktik terbaik,” ujarnya.
Kolaborasi Global sebagai Investasi Pendidikan
Pertemuan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan tinggi. Di tengah persaingan global, universitas tidak bisa berjalan sendiri. Pertukaran wawasan, praktik terbaik, dan pengalaman lintas negara menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas lulusan.
Bagi BINUS @Bandung, kolaborasi dengan Deakin University membuka peluang untuk mengembangkan layanan karier yang lebih inovatif dan relevan. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas, baik dalam pengembangan layanan karier, pertukaran akademik, maupun kolaborasi program yang berorientasi pada kesiapan kerja global.
Menjawab Tantangan Masa Depan Dunia Kerja
Transformasi dunia kerja diprediksi akan terus berlanjut. Profesi baru akan bermunculan, sementara sejumlah pekerjaan lama akan tergantikan oleh teknologi. Dalam situasi ini, kemampuan belajar sepanjang hayat, fleksibilitas, dan kesiapan beradaptasi menjadi kunci utama bagi lulusan perguruan tinggi.
Melalui audiensi ini, BINUS University @Bandung menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Kampus tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lulusan yang siap menghadapi tantangan global secara utuh.
Kunjungan delegasi Deakin University menjadi refleksi bahwa penguatan layanan karier bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Dengan membangun ekosistem pembelajaran yang terhubung dengan dunia kerja global, BINUS @Bandung berharap dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing internasional.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa, institusi, dan dunia kerja secara luas.
Baca Juga : Wagub Kalbar Hadiri Open House Natal Keuskupan Pontianak
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : hotviralnews

