pontianaknews.web.id Kualitas udara di Kota Pontianak kembali menjadi perhatian publik setelah Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU berada pada kategori sedang. Kondisi ini menandakan adanya peningkatan partikel pencemar di udara yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Pemerintah Kota Pontianak mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan. Imbauan ini menjadi langkah awal untuk meminimalkan risiko kesehatan di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersih.

Kualitas Udara Perlu Diwaspadai

Kategori sedang dalam ISPU menunjukkan bahwa kualitas udara masih dapat ditoleransi, namun berpotensi menimbulkan keluhan ringan bagi sebagian orang. Gejala seperti mata perih, tenggorokan kering, hingga sesak napas ringan bisa muncul jika terpapar dalam waktu lama.

Pemerintah menekankan bahwa kondisi ini tidak boleh diabaikan, karena perubahan kualitas udara bisa terjadi dengan cepat tergantung arah angin dan aktivitas pembakaran lahan.

Warga diminta lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Imbauan Penggunaan Masker

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masker dinilai efektif dalam mengurangi paparan partikel halus yang berbahaya bagi saluran pernapasan.

Selain itu, warga juga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan jika tidak terlalu mendesak.

Bagi pekerja dan pelajar, aktivitas di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik menjadi pilihan yang lebih aman.

Perlindungan bagi Kelompok Rentan

Kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam kondisi kualitas udara menurun. Anak-anak dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah terhadap polusi udara.

Pemerintah mengimbau orang tua untuk memantau kondisi kesehatan anak serta menghindari aktivitas bermain di luar rumah.

Bagi penderita asma atau penyakit paru, penggunaan masker dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter sangat dianjurkan.

Pemantauan Kualitas Udara Berkelanjutan

Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala. Data ISPU digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan imbauan kepada masyarakat.

Pemantauan ini penting untuk memastikan perubahan kondisi dapat segera direspons.

Pemerintah daerah juga membuka akses informasi agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kualitas udara secara mandiri.

Koordinasi Antarwilayah

Pemkot Pontianak menegaskan bahwa pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar terus diperkuat.

Upaya ini bertujuan menekan dampak kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi memperburuk kualitas udara di wilayah perkotaan.

Kerja sama lintas daerah dinilai menjadi kunci utama dalam pengendalian asap.

Karhutla Masih Jadi Ancaman

Kondisi kualitas udara yang menurun tidak terlepas dari potensi kebakaran hutan dan lahan. Wilayah dengan karakteristik gambut sangat rentan terbakar saat musim kering.

Asap dari wilayah sekitar dapat terbawa angin hingga ke Pontianak, meskipun titik api berada cukup jauh.

Situasi ini membuat pengendalian asap membutuhkan langkah terpadu.

Dampak Sosial dan Aktivitas Warga

Menurunnya kualitas udara turut memengaruhi aktivitas masyarakat. Beberapa warga memilih mengurangi aktivitas luar rumah, sementara pedagang mengeluhkan turunnya jumlah pengunjung.

Sekolah dan tempat umum juga diimbau untuk memperhatikan kondisi udara sebelum menggelar kegiatan luar ruangan.

Kenyamanan hidup masyarakat menjadi prioritas yang terus dijaga pemerintah.

Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat

Pemerintah daerah menilai edukasi lingkungan penting untuk membangun kesadaran bersama. Masyarakat diajak memahami dampak pembakaran lahan terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.

Kesadaran ini diharapkan mendorong partisipasi aktif warga dalam mencegah kebakaran.

Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara.

Langkah Antisipatif Pemerintah

Selain imbauan, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif jika kondisi memburuk. Penyediaan masker, peningkatan pemantauan, serta kesiapsiagaan tim lapangan terus dilakukan.

Langkah ini bertujuan memastikan respons cepat jika ISPU meningkat ke level tidak sehat.

Kesiapan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Peran Individu dalam Menjaga Kesehatan

Masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Konsumsi air putih, makanan bergizi, dan istirahat cukup menjadi langkah sederhana namun penting.

Menghindari asap rokok dan menjaga kebersihan rumah juga membantu mengurangi dampak polusi udara.

Kesadaran individu menjadi benteng pertama dalam menjaga kesehatan.

Harapan ke Depan

Pemerintah berharap kondisi kualitas udara dapat segera membaik seiring upaya pengendalian yang dilakukan. Cuaca dan faktor alam turut berperan dalam mempercepat pemulihan udara.

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti imbauan resmi pemerintah.

Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar Pontianak tetap aman dan nyaman dihuni.

Penutup

Masuknya kualitas udara Pontianak pada kategori sedang menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski belum berada pada level berbahaya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

Dengan penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta koordinasi lintas wilayah, pemerintah berupaya melindungi kesehatan masyarakat. Kesadaran bersama diharapkan mampu menjaga Pontianak tetap sehat di tengah tantangan lingkungan yang terus berubah.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com