Lebih dari Lima Dekade Menyertai Publik
Lebih dari setengah abad telah dilalui Pontianak Post dalam menyertai perjalanan masyarakat Kalimantan Barat. Dalam kurun waktu tersebut, Pontianak Post hadir bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga sebagai saksi perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Dari masa ketika berita dicetak dan dibaca dengan jeda, hingga era digital ketika informasi bergerak tanpa henti, satu hal tetap dijaga: kepercayaan publik.
Dunia hari ini berada dalam paradoks informasi. Kita tidak lagi kekurangan berita, justru tenggelam di dalamnya. Informasi hadir setiap detik, bersaing memperebutkan perhatian. Dalam situasi ini, berita yang penting sering kali kalah oleh konten yang sensasional. Tantangan jurnalisme pun berubah—bukan sekadar soal kecepatan, melainkan ketepatan dan tanggung jawab.
Jurnalisme di Tengah Banjir Informasi Digital
Jurnalisme kini hidup berdampingan dengan media sosial, kreator konten, pemengaruh, pendengung, hingga kecerdasan buatan. Batas antara fakta, opini, dan propaganda semakin kabur. Algoritma kerap mengutamakan emosi dibandingkan makna. Konten yang memancing amarah atau sensasi lebih mudah tersebar daripada informasi yang berdampak bagi kepentingan publik.
Di titik inilah jurnalisme diuji. Pontianak Post meyakini bahwa tugas jurnalisme bukan menjadi yang paling cepat, melainkan yang paling dapat dipercaya. Di tengah kebisingan informasi, media harus hadir sebagai penjernih, bukan pengabur. Sebagai ruang klarifikasi, bukan arena provokasi. Kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika jurnalisme tetap berpijak pada verifikasi dan etika.
Kesadaran Publik dan Tumbuhnya Kedewasaan Digital
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebenaran perlahan tumbuh. Hoaks dan disinformasi semakin mudah dikenali. Publik mulai menuntut media yang tidak hanya ramai, tetapi juga beradab. Ini adalah tanda bahwa peradaban digital sedang belajar dewasa.
Dalam konteks ini, jurnalisme memiliki peran strategis sebagai penjaga akal sehat publik. Media tidak sekadar menyampaikan apa yang terjadi, tetapi membantu masyarakat memahami konteks, dampak, dan makna di balik peristiwa. Jurnalisme yang bertanggung jawab membantu publik mengambil keputusan yang lebih rasional dalam kehidupan sosial dan demokrasi.
Transformasi Digital Tanpa Kehilangan Makna
Di usia 53 tahun, Pontianak Post menyadari bahwa transformasi digital adalah keniscayaan. Selain memperkuat lini koran sebagai fondasi kredibilitas, pengembangan platform daring, kehadiran aktif di media sosial, serta jurnalisme multimedia terus dilakukan untuk menjangkau generasi baru.
Namun satu prinsip dijaga dengan teguh: teknologi tidak boleh mengorbankan kedalaman isi. Berita bukan sekadar komoditas klik, melainkan produk intelektual dan moral. Karena itu, transformasi dilakukan dengan tetap menjaga kualitas, konteks, dan keberimbangan informasi.
Profesionalisme, Verifikasi, dan Etika AI
Redaksi terus meneguhkan budaya verifikasi dan profesionalisme. Pelatihan jurnalis dilakukan secara berkelanjutan, mencakup literasi digital, jurnalisme data, serta etika pemanfaatan kecerdasan buatan. AI diposisikan sebagai mitra kerja untuk riset dan pengolahan informasi, bukan pengganti nurani.
Keputusan editorial tetap berada di tangan manusia. Setiap berita dinilai bukan dari potensi viralnya, melainkan dari nilai kemanusiaannya. Berita harus disusun dengan martabat, disampaikan dengan adab, dijaga dengan etika, dan dipikul dengan tanggung jawab sosial. Inilah komitmen Pontianak Post dalam merawat adab di ruang publik.
Tumbuh Bersama Pembaca dan Komunitas
Hubungan dengan pembaca terus dirawat melalui ruang dialog digital, jurnalisme warga, dan liputan berbasis komunitas. Media tidak hanya berbicara kepada publik, tetapi tumbuh bersama publik. Dengan pendekatan ini, Pontianak Post tetap menjadi media lokal yang memahami denyut Kalimantan Barat, sekaligus terhubung dengan dinamika nasional dan global.
Kedekatan dengan komunitas menjadi kekuatan utama media lokal dalam menjaga relevansi dan kepercayaan di tengah persaingan informasi yang semakin ketat.
Menjaga Kepercayaan di Tengah Perubahan Zaman
Ke depan, Pontianak Post percaya bahwa masa depan jurnalisme bukan semata soal teknologi, melainkan soal kepercayaan. Media yang bertahan adalah media yang menjaga integritasnya. Di tengah dominasi algoritma dan kecerdasan buatan, nilai dasar jurnalisme—kejujuran, keberimbangan, dan kepentingan publik—justru semakin relevan.
Di usia 53 tahun, Pontianak Post hadir sebagai jangkar di tengah arus perubahan. Menjadi ruang rujukan ketika opini saling bertabrakan. Menjadi tempat kembali pada fakta ketika ruang digital dipenuhi polarisasi.
Penutup: Menjaga Harapan, Merawat Masa Depan
Merawat peradaban berarti merawat cara kita memahami dunia. Menjaga jurnalisme berarti menjaga harapan. Sebab bangsa yang menghargai kebenaran adalah bangsa yang percaya pada masa depan.
Pontianak Post melampaui lima dekade bukan hanya karena bertahan, tetapi karena terus bertransformasi dengan berpijak pada nilai. Dan di zaman yang bergerak cepat ini, keberanian untuk tetap menyajikan berita yang bermartabat, beradab, beretika, dan bertanggung jawab adalah bentuk optimisme kami—untuk hari ini dan untuk masa depan jurnalisme Indonesia.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Rutin Gotong Royong Jaga Lingkungan
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

