Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik lima pejabat tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Dalam pelantikan tersebut, Edi menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik melalui pembaruan data masyarakat miskin, penguatan tata kelola aset daerah, percepatan komunikasi publik, serta inovasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan kota.
Pelantikan berlangsung di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak pada Selasa (10/2/2026). Lima pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka atau open bidding yang telah digelar selama tiga bulan terakhir.
Pejabat yang dilantik adalah:
- Elsa Risfadona sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik
- Mahardika Sari sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
- M Akif sebagai Kepala Dinas Sosial
- Irwan Prayitno sebagai Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan
- Syamsul Akbar sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Pelantikan ini sekaligus mengisi sejumlah posisi strategis yang sebelumnya kosong, sehingga diharapkan mampu memperkuat roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Wali Kota Tekankan Adaptasi dan Inovasi Pejabat Baru
Usai pelantikan, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa pengisian jabatan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan langkah penting untuk mempercepat capaian visi-misi pembangunan dalam RPJMD Kota Pontianak.
“Harapan kita dengan dilantiknya pejabat tinggi pratama yang kosong ini bisa menambah kualitas pelayanan publik dan bisa memenuhi kebutuhan dari visi-misi RPJMD Kota Pontianak,” ujarnya.
Edi meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tantangan baru. Menurutnya, birokrasi ke depan semakin berat karena masyarakat menuntut hasil nyata dan perubahan yang dapat dirasakan langsung.
Dinas Sosial Diminta Perbarui Data Kemiskinan dan Responsif
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala Dinas Sosial yang baru, M Akif. Wali Kota menekankan pentingnya pembaruan data masyarakat miskin, gelandangan dan pengemis (gepeng), serta berbagai persoalan sosial lainnya.
Edi meminta Dinas Sosial bekerja lebih aktif dan responsif terhadap isu-isu sosial yang berkembang di lapangan. Data kemiskinan yang akurat dinilai sangat penting agar bantuan sosial dan program pemerintah tepat sasaran.
Permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan administratif, tetapi membutuhkan kehadiran pemerintah yang cepat, peka, dan mampu merespons kebutuhan warga.
BKAD Diminta Perkuat Tata Kelola Aset Daerah
Kepada Mahardika Sari sebagai Kepala BKAD, Edi menekankan bahwa pengelolaan aset pemerintah kota harus dilakukan dengan administrasi yang jelas dan produktif.
Menurutnya, aset daerah yang statusnya sudah bebas, masih bersengketa, maupun yang akan dibebaskan harus terdata dengan baik. Tata kelola aset yang kuat akan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya koordinasi solid antara eksekutif dan legislatif, terutama dalam pengelolaan anggaran daerah. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif.
Diskominfo Jadi Pilar Strategis di Era Digital
Salah satu sorotan utama dalam pelantikan ini adalah peran strategis Dinas Komunikasi dan Informatika. Di era digital yang serba cepat dan terbuka, Edi menilai Diskominfo memiliki posisi penting dalam membentuk arah pembangunan dan persepsi publik.
Menurutnya, informasi, konten, serta pemberitaan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat terhadap visi pembangunan kota. Karena itu, Diskominfo harus lebih cerdas memanfaatkan teknologi dan mampu membangun sistem pemantauan isu secara real time.
“Kalau ada persoalan di lapangan, seharusnya cepat terdeteksi dan segera dikomunikasikan,” tegasnya.
Wali Kota juga mendorong Diskominfo untuk merangkul potensi anak muda, membangun inovasi digital, dan memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat.
Potensi Ketahanan Pangan Pontianak Harus Digarap Optimal
Di sektor pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan, Wali Kota menyoroti potensi besar Kota Pontianak yang belum tergarap maksimal.
Keberadaan sungai, kolam, lahan pertanian produktif, hingga lahan tidur di perkotaan harus dipetakan secara rinci untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Edi meminta dinas terkait tidak berpikir normatif atau terbatas oleh anggaran, melainkan aktif berinovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pemanfaatan lahan terlantar di tengah kota, misalnya untuk tanaman pangan, dinilai dapat menjadi contoh edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan pangan lokal.
Diskominfo Siapkan Regulasi Tata Kelola Media Sosial
Kepala Diskominfo Pontianak yang baru, Syamsul Akbar, menyampaikan bahwa dirinya akan segera melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari kendala-kendala yang ada di instansi.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan media sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan kebijakan pembangunan kepada masyarakat.
“Saya berharap dukungan serta kerja samanya dengan kawan-kawan media, terutama dari para wartawan karena sebagai perpanjangan tangan bagi pemerintah kota,” tuturnya.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Diskominfo berencana menyusun regulasi mengenai tata kelola bermedia sosial di perangkat daerah. Standarisasi ini bertujuan menciptakan manajemen isu yang lebih terarah dan strategi komunikasi yang seragam di seluruh OPD.
Syamsul berharap admin media sosial di perangkat daerah dapat berkolaborasi, memiliki strategi yang sama, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui komunikasi publik yang sehat.
Penutup: Birokrasi Harus Hadir dengan Hasil Nyata
Pelantikan lima pejabat eselon II ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Pontianak dalam memperkuat pelayanan publik, tata kelola aset, komunikasi digital, serta inovasi pembangunan lintas sektor.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa masyarakat menunggu hasil nyata dari kerja birokrasi. Dengan pejabat baru yang adaptif dan inovatif, Pontianak diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan kota secara lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Baca juga : Musrenbang Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan Pontianak
Cek Juga Artikel Dari Platform : monitorberita

