Bazar Durian Buah Khatulistiwa atau Bazar Durian BK di Jalan Gusti Hamzah Nomor 18, Pontianak, Kalimantan Barat, setiap sore selalu dipadati warga. Lapak yang berlokasi di kawasan Jalan Pancasila itu menjadi magnet bagi pencinta durian lokal, khususnya durian Jemongko dan Balai Karangan yang dikenal memiliki cita rasa khas.
Lapak ini dikelola oleh Edy Hartono bersama Yenna. Setiap harinya, ribuan buah durian berkualitas disiapkan untuk memenuhi antusiasme masyarakat. Tidak hanya menawarkan rasa, Bazar Durian BK juga menghadirkan konsep penjualan yang profesional dan transparan.
Menghapus Kekhawatiran Membeli Durian
Bagi banyak orang, membeli durian sering kali menjadi aktivitas yang penuh risiko. Kekhawatiran mendapatkan buah mentah, hambar, atau busuk di bagian dalam kerap menghantui pembeli. Namun, di lapak Bazar Durian BK, kekhawatiran tersebut justru menjadi hal yang ingin dihapuskan.
Edy Hartono dikenal sebagai pegiat durian yang menerapkan standar kualitas ketat. Ia ingin mengubah pengalaman membeli durian menjadi lebih aman dan menyenangkan bagi masyarakat.
“Kalau mentah, tawar, rusak, atau berulat, silakan ditukar. Kami memberikan garansi,” tegas Edy.
Prinsip ini menjadi pembeda utama Bazar Durian BK dibandingkan lapak durian lain di Kota Pontianak.
Dua Dekade Menjelajah Hamparan Sungai Sekayang
Ketelitian Edy dalam memilih durian tidak lahir secara instan. Selama hampir 20 tahun, ia menjelajahi desa-desa di sepanjang hamparan Sungai Sekayang untuk memetakan titik-titik durian terbaik.
“Saya sudah petakan di mana titik-titik durian terbaik itu tempatnya. Durian yang kami ambil harus memiliki daging tebal dan warna yang menarik,” ujar Edy saat ditemui di lapaknya.
Perjalanan panjang tersebut membentuk insting dan keahlian Edy dalam menilai kualitas durian, mulai dari bentuk kulit, aroma, hingga berat buah. Pengalaman ini pula yang membuatnya berani menerapkan sistem garansi penuh kepada pembeli.
Jemongko dan Balai Karangan, Satu Hamparan
Di tengah masyarakat, durian Jemongko dan Balai Karangan sering dianggap berbeda. Namun, menurut Edy, keduanya berasal dari hamparan wilayah yang sama.
Jemongko merupakan sebuah dusun di Kecamatan Kembayang yang dahulu masuk dalam wilayah Balai Karangan. Perbedaan penamaan lebih bersifat administratif dan historis.
“Bagi saya, asal-usul penting, tapi kualitas isi itu yang utama,” kata Edy.
Dengan pendekatan tersebut, Bazar Durian BK tidak terjebak pada label, melainkan fokus pada mutu rasa dan kepuasan pembeli.
Sistem Sortir Ketat dan Kemitraan Petani
Keberhasilan Bazar Durian BK tidak lepas dari kemitraan dengan petani lokal. Edy bekerja sama dengan sekitar 32 petani dari 34 desa di Balai Karangan dan 38 desa di Kembayang.
Setiap petani menyuplai sekitar 30 hingga 50 buah per hari. Namun, tidak semua buah langsung masuk ke lapak. Proses sortir dilakukan sangat ketat, hanya durian premium yang dipajang dan dijual.
Buah yang tidak memenuhi standar, baik karena terlalu muda, cacat, atau kualitas rasa yang diragukan, langsung disisihkan.
Pendekatan ini memastikan setiap durian yang sampai ke tangan pembeli memiliki kualitas terbaik.
Ribuan Durian Ludes dalam Hitungan Jam
Sejak memiliki lapak permanen pada 2021, setelah sebelumnya berjualan di kawasan Jalan Penjara Pontianak, bisnis Edy terus berkembang pesat. Pada musim puncak durian, Bazar Durian BK mampu menjual sekitar 1.000 hingga 1.200 buah per hari.
Yenna, selaku pemilik Buah BK, menyebut durian yang tersedia biasanya habis hanya dalam waktu tiga jam.
“Jam tiga sore sudah hadir kalau tidak ada kendala lalu lintas. Biasanya 1.200 buah habis dalam tiga jam, kami buka sampai habis,” ujarnya.
Harga durian dipatok mulai dari Rp25.000 hingga Rp80.000 per buah, menjadikannya terjangkau bagi berbagai kalangan.
Menembus Pasar Nasional
Meski belum merambah pasar ekspor karena kendala regulasi, durian hasil kurasi Edy telah dikenal luas di tingkat nasional. Nama Balai Karangan kini harum hingga ke Jakarta.
“Dalam satu musim, saya bisa mengirim sekitar 7.000 sampai 8.000 kotak keluar kota, terutama ke Jakarta,” ungkap Edy.
Pencapaian ini membuktikan bahwa durian lokal Kalimantan Barat mampu bersaing dengan durian impor, asalkan dikelola dengan jujur dan profesional.
Pelayanan Online dan Ojek Daring
Menyesuaikan kebutuhan konsumen modern, Bazar Durian BK juga melayani pemesanan secara daring. Pembeli dapat memesan durian tanpa harus datang langsung ke lokasi.
“Kalau mager, bisa pesan ke admin Buah BK. Nanti difasilitasi pengantaran lewat ojek online,” kata Yenna.
Layanan ini semakin memperluas jangkauan pasar dan memudahkan konsumen menikmati durian berkualitas.
Kepuasan Pembeli Jadi Tolok Ukur
Salah satu pembeli, Miftahul Khoir, mengaku puas dengan sistem garansi yang diterapkan.
“Saya nggak pandai pilih durian. Di sini kalau nggak enak langsung diganti 100 persen. Tadi dapat yang tawar, langsung diganti,” ujarnya.
Menurutnya, sistem ini sangat membantu konsumen dan membuat pengalaman membeli durian menjadi lebih tenang.
Harapan Jadi Contoh Penjual Lain
Warga berharap sistem penjualan bergaransi seperti di Bazar Durian BK dapat ditiru oleh penjual durian lain di Pontianak. Dengan begitu, kepercayaan pembeli meningkat dan pasar durian lokal semakin berkembang.
Bagi Edy, kepuasan pelanggan saat membuka durian dengan daging kuning tebal adalah pencapaian tertinggi dari dua dekade perjalanannya di hutan Borneo.
Durian bukan sekadar buah, melainkan hasil kejujuran, ketekunan, dan komitmen menjaga kualitas.
Baca Juga : Spesialis Pencuri HP Pontianak Dibekuk, 13 TKP
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : bengkelpintar

