Peringatan ke-97 Hari Ibu di Kota Pontianak menjadi momen penuh makna bagi enam sosok perempuan yang dinilai inspiratif. Di tengah keterbatasan hidup yang mereka hadapi, keenam perempuan tersebut tetap menunjukkan keteguhan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Pemerintah Kota Pontianak memberikan apresiasi berupa bantuan sepeda sebagai simbol dukungan dan penghargaan atas ketangguhan mereka.
Enam perempuan inspiratif yang menerima apresiasi tersebut adalah Yuliana Lili, Parni, Linda, Wahiden, Ade Nia Damayanti, dan Linda Fardini. Mereka berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda, namun memiliki kesamaan nilai, yakni keteguhan menjalani peran sebagai perempuan, ibu, dan anggota masyarakat.
Apresiasi Sederhana dengan Makna Mendalam
Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak. Acara berlangsung sederhana, namun sarat makna, karena menempatkan perempuan sebagai subjek utama perayaan.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk komitmen untuk terus memberdayakan perempuan agar mampu naik level, baik secara ekonomi maupun sosial.
“Mereka adalah perempuan yang tetap tegar dan kuat menghadapi tantangan yang tidak mudah,” ujar Yanieta.
Menurutnya, bantuan sepeda bukan sekadar pemberian fisik, tetapi simbol kepercayaan dan dorongan agar para perempuan terus bergerak dan berkarya.
Tema Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas
Peringatan Hari Ibu ke-97 mengangkat tema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini dinilai relevan dengan tantangan zaman, di mana peran perempuan semakin strategis dalam pembangunan bangsa.
Yanieta menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Ke depan, seorang ibu dan perempuan punya tugas penting di keluarga maupun di masyarakat. Peran itu harus dijalankan secara maksimal,” paparnya.
Ia juga mengajak perempuan di seluruh sektor, mulai dari pemerintahan hingga elemen masyarakat, untuk bersatu dan saling menguatkan.
Kebijakan yang Berpihak pada Perempuan
Dalam kesempatan tersebut, Yanieta juga menekankan pentingnya kebijakan publik yang berpihak pada perempuan. Ia berharap pemerintah terus menghadirkan program yang mendukung peran perempuan, baik dalam aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan sosial.
Yanieta mengapresiasi berbagai program Pemerintah Kota Pontianak yang selama ini dinilai telah mendukung pemberdayaan perempuan.
“Tentu kita tidak boleh cepat berpuas diri. Selalu ada ruang untuk perbaikan. Dengan dukungan semua pihak, para ibu berdaya, kita jemput Indonesia Emas,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen jangka panjang.
Perayaan Sederhana Penuh Nuansa Budaya
Selain penyerahan bantuan sepeda, peringatan Hari Ibu di Kota Pontianak juga diisi dengan berbagai kegiatan simbolik. Salah satunya adalah peluncuran busana bermotif corak insang oleh Dekranasda Kota Pontianak.
Motif insang dipilih sebagai representasi identitas lokal Kalimantan Barat yang sarat nilai budaya. Peluncuran busana ini menjadi wujud dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif sekaligus penguatan peran perempuan dalam pelestarian budaya daerah.
Rangkaian acara lainnya meliputi pemotongan tumpeng, pengumuman lomba video anak, serta pembacaan sejarah singkat Hari Ibu. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan peran strategis perempuan dari masa ke masa.
Apresiasi dari Tingkat Provinsi
Peringatan Hari Ibu ke-97 di Pontianak juga mendapat perhatian dari tingkat provinsi. Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Norsan yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas konsep acara yang digelar.
Ia menilai langkah Kota Pontianak mengangkat perempuan inspiratif dalam momentum Hari Ibu merupakan ide yang tepat dan menyentuh.
“Para ibu harus terus semangat dan jangan lemah. Kuatnya seorang ibu adalah tiang penyangga keluarga,” ujarnya.
Erlina berharap gagasan serupa dapat ditiru oleh PKK di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat.
Dorongan Dukungan Berkelanjutan
Tidak hanya memberikan apresiasi, Erlina juga mendorong agar dukungan kepada enam perempuan inspiratif tersebut tidak berhenti pada momentum Hari Ibu saja. Ia mengusulkan agar PKK Kota Pontianak mengajukan program bedah rumah bagi para penerima bantuan.
“Harapan saya, penyerahan bantuan tidak berhenti di sini. Para perempuan hebat harus didukung terus,” tegasnya.
Usulan tersebut disambut sebagai bentuk keberlanjutan program pemberdayaan, sehingga perempuan yang telah diapresiasi benar-benar merasakan dampak nyata.
Perempuan sebagai Pilar Ketahanan Keluarga
Kisah enam perempuan inspiratif ini mencerminkan peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan masyarakat. Di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, dan tantangan kehidupan, mereka tetap menjalankan peran dengan penuh tanggung jawab.
Pemerintah menilai kisah-kisah seperti ini perlu diangkat agar menjadi inspirasi bagi perempuan lain. Keteladanan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolektif untuk bangkit dan berdaya.
Penutup
Peringatan ke-97 Hari Ibu di Kota Pontianak tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi dan apresiasi bagi perempuan tangguh. Enam sosok perempuan inspiratif yang mendapat penghargaan menjadi simbol kekuatan perempuan di tengah keterbatasan.
Dengan dukungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta keberlanjutan program, perempuan diharapkan terus berdaya dan berkarya. Dari Pontianak, semangat menuju Indonesia Emas 2045 kembali ditegaskan melalui peran perempuan sebagai penggerak perubahan.
Baca juga : Bazar Durian BK Pontianak Jadi Rujukan Pecinta Lokal
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : liburanyuk

