Peresmian Nasional Sekolah Rakyat

Panglima TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan peran negara dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata.

Komitmen Negara pada Pendidikan Inklusif

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini diharapkan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan formal.

Pemerintah menilai pendidikan sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem. Dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang terjangkau dan berkualitas, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat merupakan langkah awal dari target yang lebih besar. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029.

“Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insyaallah akan tercapai,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Peran TNI dalam Mendukung Program Nasional

Kehadiran Panglima TNI dalam peresmian ini menunjukkan dukungan penuh TNI terhadap program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang pembangunan manusia. TNI selama ini turut berperan dalam mendukung pemerataan pembangunan, termasuk melalui pengamanan, pendampingan, dan dukungan logistik di wilayah terpencil.

Sinergi antara pemerintah dan TNI diharapkan dapat memastikan implementasi program Sekolah Rakyat berjalan efektif, terutama di daerah-daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks.

Pendidikan sebagai Jalan Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Rakyat tidak hanya diposisikan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas generasi muda. Kurikulum dan pendekatan pembelajaran dirancang agar selaras dengan kebutuhan anak-anak dari latar belakang ekonomi rentan.

Melalui program ini, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga miskin dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Langkah Awal Transformasi SDM Nasional

Peresmian 166 Sekolah Rakyat menandai langkah awal transformasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.

Dengan target ambisius hingga 2029, Sekolah Rakyat menjadi simbol komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

Baca Juga : TPS Ajak Anak Berpetualang di Terminal Petikemas Lewat Cerita Boneka

Cek Juga Artikel Dari Platform : ngobrol