Persiapan Panjang Menuju Panggung Basket Pelajar Bergengsi

Tim basket SMA Maranatha Pontianak terus mematangkan persiapan jelang tampil di ajang Honda DBL with Kopi Good Day West Kalimantan Series 2025–2026. Kompetisi basket antarpelajar paling bergengsi di Kalimantan Barat ini dijadwalkan berlangsung pada 23–30 Januari 2026 di GOR Perbasi Pontianak.

Ajang Honda DBL selalu menjadi magnet bagi sekolah-sekolah terbaik di Kalimantan Barat. Tidak hanya sebagai arena adu gengsi, kompetisi ini juga menjadi etalase pembinaan basket pelajar, tempat lahirnya bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa melangkah ke level nasional. SMA Maranatha Pontianak menjadi salah satu sekolah yang secara konsisten berpartisipasi dan berusaha menunjukkan perkembangan kualitas tim dari tahun ke tahun.

Pada edisi 2025–2026, Honda DBL West Kalimantan Series akan diikuti oleh 18 tim putra dan 9 tim putri dari berbagai SMA unggulan. Persaingan dipastikan semakin ketat, menuntut setiap tim datang dengan persiapan matang, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental bertanding.

Target Tampil Maksimal, Bukan Sekadar Partisipasi

Bagi SMA Maranatha Pontianak, keikutsertaan di Honda DBL bukan sekadar formalitas. Sekolah ini menargetkan penampilan maksimal di setiap pertandingan. Fokus utama bukan hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga menunjukkan progres permainan, kedisiplinan taktik, serta kekompakan tim.

Pelatih tim basket SMA Maranatha Pontianak, Sudarno, menegaskan bahwa persiapan tim sudah mencapai titik optimal. Menurutnya, proses panjang yang dilalui para pemain telah membentuk fondasi yang cukup kuat untuk bersaing.

“Persiapan kami cukup panjang dan sejauh ini berjalan dengan baik. Secara mental dan fisik, anak-anak sudah siap. Kami ingin mereka tampil lepas, percaya diri, dan menikmati pertandingan,” ujar Sudarno.

Terkendala Fasilitas, Semangat Tak Surut

Di balik persiapan yang matang, tim basket SMA Maranatha Pontianak harus menghadapi tantangan tersendiri. Renovasi gedung sekolah membuat fasilitas latihan tidak bisa digunakan secara maksimal. Akibatnya, tim terpaksa mencari alternatif dengan menyewa lapangan di luar sekolah.

“Latihan sempat terganggu karena renovasi gedung sekolah, sehingga kami harus berlatih di luar dengan menyewa lapangan. Namun itu tidak menjadi penghalang,” kata Sudarno.

Kondisi tersebut justru menjadi ujian kedisiplinan dan komitmen para pemain. Mereka dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, termasuk perbedaan kondisi lapangan, jadwal latihan yang lebih ketat, serta tuntutan menjaga kondisi fisik secara mandiri.

Program Latihan Terstruktur dan Berkelanjutan

Meski terkendala fasilitas, program latihan tetap dijalankan secara terstruktur. Fokus latihan dibagi ke dalam beberapa aspek utama, yakni kondisi fisik, teknik individu, taktik tim, dan mental bertanding.

Latihan fisik menjadi fondasi utama untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Para pemain menjalani menu latihan ketahanan, kekuatan, dan kecepatan agar mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga. Sementara itu, latihan teknik difokuskan pada penguasaan fundamental seperti dribel, passing, shooting, serta pertahanan individu dan tim.

Dari sisi taktik, tim dilatih untuk memahami skema permainan yang fleksibel. Hal ini penting agar pemain mampu beradaptasi dengan karakter lawan yang beragam. Sementara pembinaan mental diarahkan untuk membentuk rasa percaya diri, disiplin, dan kemampuan mengelola tekanan saat bertanding di hadapan banyak penonton.

Kekompakan Tim Jadi Kunci

Coach Sudarno menilai bahwa kekompakan tim menjadi faktor krusial dalam kompetisi sekelas Honda DBL. Oleh karena itu, selain latihan di lapangan, tim juga membangun chemistry melalui komunikasi intensif dan kebersamaan di luar latihan.

Menurutnya, tim yang solid tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh kemampuan pemain saling memahami peran masing-masing. Dengan kekompakan yang baik, tim diharapkan mampu tampil lebih stabil, terutama pada momen-momen krusial pertandingan.

Atmosfer DBL dan Tantangan Mental

Honda DBL dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang berbeda dibanding kompetisi pelajar lainnya. Sorak sorai penonton, rivalitas antarsekolah, serta tekanan untuk tampil maksimal sering kali menjadi tantangan mental bagi para pemain muda.

SMA Maranatha Pontianak menyadari hal tersebut dan berupaya menyiapkan pemain agar tidak mudah terpengaruh tekanan. Para pemain didorong untuk fokus pada permainan sendiri dan menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin.

“DBL bukan hanya soal fisik dan teknik, tetapi juga mental. Anak-anak harus siap bermain di bawah tekanan. Kami latih itu sejak awal,” ungkap Sudarno.

Optimisme Sambut Honda DBL West Kalimantan 2025–2026

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, SMA Maranatha Pontianak menyambut Honda DBL West Kalimantan Series 2025–2026 dengan optimisme tinggi. Kendala fasilitas tidak dijadikan alasan, melainkan motivasi untuk membuktikan bahwa keterbatasan dapat diatasi dengan kerja keras dan semangat juang.

Partisipasi di ajang ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran berharga bagi para pemain, baik dari sisi olahraga maupun pembentukan karakter. Nilai sportivitas, kerja sama, dan disiplin menjadi bekal penting yang akan mereka bawa, tidak hanya di lapangan basket, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Honda DBL West Kalimantan Series 2025–2026 menjadi panggung penting bagi tim basket SMA Maranatha Pontianak untuk menunjukkan hasil dari proses panjang yang telah dilalui. Dengan persiapan matang, semangat pantang menyerah, serta kekompakan tim yang terus dibangun, SMA Maranatha Pontianak optimistis mampu bersaing dan memberikan penampilan terbaik.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembuktian dan pengembangan diri bagi para pelajar. SMA Maranatha Pontianak pun siap “tempur” dan menorehkan cerita positif di panggung basket pelajar Kalimantan Barat.

Baca Juga : Dukung Proliga 2026, PLN Hadirkan Booth Layanan & Promo Tambah Daya

Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital