pontianaknews.web.id Momentum Ramadhan selalu identik dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai, terutama pecahan kecil yang biasa digunakan untuk berbagi, membayar zakat, hingga kebutuhan transaksi harian. Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat kembali menghadirkan layanan penukaran uang bagi masyarakat di Pontianak melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi).

Program ini menjadi salah satu agenda rutin yang selalu dinantikan warga setiap memasuki bulan suci. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya minat untuk menukarkan uang lama atau uang pecahan besar menjadi pecahan yang lebih kecil dan layak edar. Hal ini mencerminkan tradisi berbagi yang masih kuat di tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan pentingnya peran uang tunai dalam perputaran ekonomi lokal selama Ramadhan.

Layanan Mobil Kas Keliling di Ruang Publik

Untuk memudahkan akses masyarakat, layanan penukaran uang digelar di sejumlah titik strategis ruang publik. Salah satunya berlangsung di halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara. Melalui mobil kas keliling, petugas melayani warga secara langsung dengan sistem yang tertata dan terorganisir.

Konsep mobil kas keliling ini dirancang agar masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor perbankan. Dengan mendatangi titik-titik keramaian, layanan menjadi lebih dekat dan praktis. Warga cukup mengikuti prosedur yang telah ditentukan untuk mendapatkan pecahan rupiah sesuai kebutuhan.

Kehadiran mobil kas keliling juga membantu mengurangi potensi kepadatan di kantor perbankan. Dengan sistem distribusi layanan di beberapa lokasi, proses penukaran menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di satu tempat saja.

Pecahan Uang yang Tersedia

Dalam program ini, Bank Indonesia menyediakan berbagai pecahan rupiah mulai dari Rp1.000 hingga Rp50 ribu. Pecahan kecil seperti Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10 ribu biasanya paling banyak diminati karena sering digunakan untuk berbagi kepada anak-anak atau sanak saudara saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain itu, pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu juga tersedia untuk kebutuhan transaksi yang lebih besar. Seluruh uang yang disediakan dalam kondisi layak edar, bersih, dan tersusun rapi sehingga memudahkan masyarakat dalam penggunaannya.

Pembatasan maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang. Kebijakan ini bertujuan agar distribusi uang baru dapat merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan adanya batasan tersebut, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan.

Menjaga Stabilitas dan Kualitas Rupiah

Program Serambi tidak hanya sekadar layanan penukaran uang, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas rupiah yang beredar di masyarakat. Bank Indonesia secara konsisten mendorong penggunaan uang layak edar agar transaksi berjalan lancar dan nyaman.

Selain itu, edukasi mengenai cara merawat rupiah juga sering disampaikan kepada masyarakat. Uang yang dilipat berlebihan, dicoret, atau dirusak dapat mempercepat penurunan kualitas fisik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperlakukan rupiah dengan baik sebagai simbol kedaulatan negara.

Dengan adanya layanan ini, peredaran uang tidak layak edar dapat ditekan karena masyarakat memiliki alternatif resmi untuk menukarkannya. Hal ini sekaligus meminimalisir praktik penukaran uang tidak resmi yang biasanya mengenakan biaya tambahan.

Antusiasme Warga Pontianak

Setiap tahunnya, layanan penukaran uang Ramadhan selalu mendapat respons positif. Warga merasa terbantu karena dapat memperoleh pecahan baru tanpa harus antre panjang di bank. Terlebih lagi, suasana Ramadhan yang penuh semangat berbagi membuat kebutuhan uang kecil meningkat signifikan.

Bagi pelaku usaha kecil dan pedagang musiman, ketersediaan uang pecahan kecil juga sangat penting untuk kelancaran transaksi. Banyak transaksi selama Ramadhan berlangsung secara tunai, sehingga keberadaan uang pas menjadi faktor pendukung aktivitas ekonomi.

Tidak hanya untuk berbagi, uang pecahan kecil juga digunakan untuk pembayaran zakat, infak, dan sedekah. Dengan demikian, layanan ini memiliki dampak sosial sekaligus ekonomi yang cukup besar di masyarakat.

Imbauan untuk Mengikuti Prosedur

Masyarakat yang ingin melakukan penukaran diimbau mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Biasanya terdapat sistem pendaftaran atau pembagian antrean agar proses berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan berlebihan.

Petugas juga memastikan setiap transaksi dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Pembatasan nominal maksimal menjadi bagian dari mekanisme agar layanan tetap adil bagi semua pihak.

Ke depan, layanan seperti ini diharapkan terus berlanjut dan semakin optimal. Dengan sistem yang rapi, distribusi yang merata, serta dukungan masyarakat, kebutuhan uang pecahan selama Ramadhan dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.

Program penukaran uang Ramadhan di Pontianak bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wujud nyata pelayanan kepada masyarakat. Melalui mobil kas keliling dan penyediaan pecahan layak edar, Bank Indonesia membantu menjaga kelancaran aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan suci.

Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online