TPS Dorong Budaya Literasi Sejak Usia Dini

Komitmen mendukung penguatan budaya literasi sejak usia dini terus ditunjukkan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Melalui kegiatan edukatif bertema literasi, TPS mengajak anak-anak pekerja untuk belajar dan berimajinasi dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pengembangan karakter dan pendidikan anak, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak dini melalui pendekatan kreatif.

Kolaborasi dengan Komunitas Read Aloud Surabaya

Dalam pelaksanaannya, TPS berkolaborasi dengan Yuliana Sidharta, yang akrab disapa Kak Jules. Ia dikenal sebagai inisiator dan penggerak Komunitas Read Aloud Surabaya (RA Surabaya).

Bersama para pekerja TPS, Kak Jules memandu sesi literasi yang dikemas interaktif menggunakan metode membacakan nyaring atau read aloud. Anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak berinteraksi langsung melalui dialog dan permainan imajinasi.

Cerita Boneka dan Visualisasi Interaktif

Sesi literasi semakin hidup dengan kehadiran boneka sebagai media bercerita. Interaksi antara pemateri, boneka, dan anak-anak menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.

Tak hanya itu, dukungan visualisasi melalui layar LCD membuat anak-anak seolah berpetualang langsung di area terminal petikemas. Pendekatan visual ini membantu anak memahami cerita dengan lebih nyata sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar.

Read Aloud sebagai Metode Efektif

Metode read aloud dipilih karena tidak sekadar berfokus pada kegiatan membaca dan mendengarkan. Anak-anak juga diajak berdiskusi, berimajinasi, serta mengekspresikan pendapat mereka tentang cerita yang disampaikan.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk:

  • Menumbuhkan minat baca
  • Meningkatkan kemampuan berbahasa
  • Melatih keberanian berpendapat
  • Membangun kedekatan emosional anak dengan buku

Kak Jules menekankan bahwa literasi akan lebih mudah diterima anak jika dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

Literasi sebagai Aktivitas yang Menyenangkan

Menurut Kak Jules, membaca bukan sekadar aktivitas akademis, tetapi juga sarana bermain dan belajar. Melalui cerita, anak-anak dapat memahami nilai-nilai positif, melatih empati, serta mengembangkan daya imajinasi.

Pendekatan hangat dan komunikatif yang ia terapkan selama ini menjadi ciri khas RA Surabaya dalam mengampanyekan literasi keluarga. Anak-anak pun diajak merasakan bahwa buku adalah teman yang menyenangkan.

Dukungan TPS untuk Pendidikan Anak

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini merupakan bagian dari program kepedulian TPS terhadap pengembangan karakter dan pendidikan, khususnya bagi anak-anak pekerja.

TPS memandang literasi sebagai fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang kreatif, komunikatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, kegiatan edukatif seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan.

Literasi sebagai Investasi Jangka Panjang

Melalui kegiatan read aloud yang dikemas kreatif, TPS tidak hanya menghadirkan hiburan edukatif, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya membaca sejak dini. Anak-anak diajak berpetualang, berdiskusi, dan berimajinasi, sehingga literasi tidak terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan yang menyenangkan.

Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana dunia usaha dapat berperan aktif dalam mendukung budaya literasi dan pendidikan anak, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inspiratif.

Baca Juga : UNIQLO Hadirkan Item Esensial Koleksi Spring/Summer 2026

Cek Juga Artikel Dari Platform : otomotifmotorindo